Bedah Kamera SLR Canon & Nikon

Kamera Canon

Perusahaan kamera Canon hingga saat ini memproduksi kamera dalam lima jenis seri, yaitu seri 1 digit hingga 4 digit. Ditandai dengan angka di depan huruf D. Misalnya 1D, 60D, dan 600D. Masing-masing memiliki istilah 1 digit, 2 digit, dan 3 digit. Urutan tersebut didasarkan pada kelas kamera. Semakin banyak nilai digit, semakin bawah kelasnya. Teknologi,
kemampuan, dan harganya relatif lebih rendah.

Produk kamera Canon kelas profesional menggunakan seri 1 digit seperti 1D dan 1Ds. Perbedaan dua jenis varian 1 digit itu terletak pada aspek continuous shooting, full frame, dan resolusi. Canon EOS 1D lebih menekankan kemampuan continuous shooting, sementara Canon EOS 1Ds lebih menitikberatkan pada resolusi dan full frame. Contohnya, Canon
EOS 1Ds Mark III memiliki resolusi 21,1 megapiksel dengan 45 titik fokus, full frame, tetapi kemampuan continuous shooting hanya 6 fps. Tentu penyebabnya berkaitan dengan resolusi yang tinggi. Canon EOS 1D Mark III punya keunggulan pada continuous shooting hingga mencapai 10 fps dilengkapi dengan 45 titik autofocus. Tapi kualitas gambarnya sangat jauh jika dibandingkan dengan 1Ds Mark III.

Sedangkan kelas Canon semipro adalah seri 2 digit, dengan jajaran produksi mulai Canon EOS 10D, 20D, 30D, 40D, hingga 60D. Memiliki continuous shooting rata-rata 6 fps membuat kamera itu diperhitungkan untuk kelas fotografer menengah atau sebagai kamera cadangan buat para profesional. Lantas, kamera entry level untuk seri 3 digit secara hierarki meliputi 300D, 350D, 450D, dan 500D. Sedangkan Canon EOS 1000D dan 1100 merupakan produk Canon seri 4 digit bagi pemula yang diluncurkan pada Juni 2008 dan 2011.

Namun ada varian lain yang agak menyimpang dalam seri produk Canon. Salah satu alasannya, produsen itu memberikan pilihan bagi peminat full frame yang tidak dapat menjangkau harga Canon EOS 1Ds. Maka, seri yang diperkenalkan adalah seri 1 digit yang masih tergolong kelas semipro. Kamera tersebut menggunakan angka 5, seperti 5D, 5D Mark II, dan akan disusul 5D Mark III. Selain itu, pada September 2009 Canon memperkenalkan EOS 7D yang juga memberikan varian berbeda dan tidak juga masuk dalam kategori full frame.

Memang, produk DSLR Canon diluncurkan pertama pada Mei 2000 dengan menggunakan huruf D di depan, yaitu D30. Simbolnya persis Nikon. Lantas, disusul produk D60 pada Februari 2002. Hal tersebut mengesankan bahwa Canon masih belum konsisten dalam menentukan tahap perkembangan kamera untuk masa depan.

Kamera Nikon

Pada awal perkenalan kamera profesional DSLR, tampaknya Nikon menggunakan simbol X dan H. Tetapi, akhirnya Nikon tidak konsisten dengan lebih banyaknya varian yang dikeluarkan. Dalam kamera seri 1 digit, Nikon mengkhususkan dua tipe. Pertama, seri H lebih menekankan kecepatan brust mode, tetapi resolusinya lebih rendah. Kamera tersebut
lebih berorientasi pada momen cepat, seperti sport photography.

Yang kedua adalah seri X, lebih menitikberatkan pada resolusi dan kualitas. Tetapi, setelah itu banyak varian baru yang menunjukkan bahwa Nikon tampak panik mengikuti perkembangan pesaingnya. Padahal, sejak awal Nikon lebih unggul karena yang meluncurkan kamera DSLR kali pertama adalah Nikon, versi D1 pada Juni 1999. Sedangkan Canon baru meluncurkan EOS D30 pada Mei 2000.

Artikel diambil dari buku Photography From My Eyes
Penulis: Yuyung Abdi
Penerbit: Elex Media Komputindo

Leave a Reply