Tips: Hati-Hati dengan Tombol Like Facebook

Saya pernah bikin penelitian kecil-kecilan di Facebook. Sepertinya, banyak yang nggak terlalu menyadari kalau like, join group, dan lain-lainnya itu bakal bisa ditelusuri. Ini yang pernah saya lakukan.

  • Saya memasuki group-group yang berbau agamis di Indonesia dan mengecek member-membernya, lalu memilih sekitar 100 orang secara random baik cewe maupun cowo dari tiap group.
  • Saya bandingkan “activity and interests” dari page info mereka.
  • Membuat sedikit research tentang siapa dia melalui Google.
  • Mengolah datanya dengan software khusus Business Intelligence.

Berikutnya, saya membuat perbandingan dari hasil di atas dengan langkah berikut.

  • Saya memasuki group-group yang berbau seks di Indonesia.
  • Mengecek member-membernya dan mencoba mencari mereka yang nampak normal, karena di group tersebut banyak yang menggunakan account aspal.
  • Dari hasil pengumpulan data tersebut, saya melakukan random cek terhadap status dan posting yang dilakukan, juga foto-foto dan link terkait.
  • Meneliti tentang orang tersebut menggunakan search engine.
  • Mengolah datanya dengan software khusus Business Intelligence.

You know what? Banyak di antara mereka yang memasang penampilan, status dengan kata-kata yang agamis, bahkan punya posisi di bidang agama, ternyata join-nya ke group sebangsanya swinger, selingkuh, gay, dan sejenisnya. Beberapa saya lihat bertindak sebagai lurker yang hanya sekedar join, tetapi ada juga yang ternyata memiliki “aktivitas” di sana. Mereka yang dari luar tampak alim adalah manusia biasa yang ingin tahu macem-macem atau malah ingin mencobanya. Tapi, bisa saja itu masa lalu mereka. Mungkin saja mereka pernah join di waktu-waktu dahulu.

Hasil temuan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan ini (karena tidak disertai data lengkap) menunjukkan bahwa apa yang Anda lakukan di internet pada umumnya dan Facebook pada khususnya bukanlah hal yang rahasia. Jadi, jika Anda pernah mengklik tombol Like pada yang aneh-aneh atau join group yang iya-iya, buru-buru deh unjoin dan unlike. Atau, bikin satu account lagi khusus untuk join yang begituan.

Jangan sampai ketahuan bahwa Mbah Anu yang terlihat alim itu ternyata langganan news dan foto dari Playboy atau jadi aktivis di forum gay. Bisa repot kan!

(Sumber: Milis Anu, Penulis M. Prasodjo)

Leave a Reply